Komunitas Anak Dayak Maanyan (KOMANDAN) jln. Nansarunai RT.V, dabung (depan RSUD Tamiang Layang), Kabupaten Barito Timur, contact personne : (ebbi)+6285249537058, PIN BB 27011fe5 (Alfirdaus) +621351946584 e-mail komandan_maanyan@yahoo.com komandanmaanyan@gmail.com

Senin, 21 April 2014

New Generation mengukir cita-cita

lagi....lagiii...dan lagiiiii............. Pada tahun 2014 ini KOMANDAN kembali mengukir prestasi yang membanggakan melalui generasi-generasi mudanya. Pada perhelatan festival Jari Janang Kalalawah (JAJAKA) yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Barito Timur untuk kategori tarian anak-anak sanggar, KOMANDAN menancapkan taringnya dengan menjadi yang terbaik di kategori ini. Walaupun hanya mengirimkan 2 grup bersama cabang KOMANDAN  Pasar Panas, generasi emas ini mampu memukau juri dan penonton yang hadir, sehingga berhasil menyabet peringkat I dan II, Penata Tari Terbaik, Penata Musik Terbaik dan Penata Busana Terbaik.

Generasi-generasi emas yang dimiliki oleh Sanggar KOMANDAN diharapkan selalu mampu untuk mengembangkan potensi-potensinya sehingga menghasilkan insan seniman yang tidak karbitan, melalui kemampuan dan pengalaman yang terus terasah sejak dini.

Hanya saja untuk kategori tarian dewasa Sanggar KOMANDAN Komunitas Anak Dayak Maanyan tidak mengirimkan perwakilannya dikarenakan sebagian penarinya mempunyai berbagai kesibukan yang tidak dapat ditinggalkan. Hal tersebut dapat dimaklumi karena sebagian besar penari sudah memasuki jenjang akhir studinya di tingkat SMA. Masa transisi inilah yang harus terus di sikapi melalui pengembangan regenerasi yang berkelanjutan dalam mencetak seniman-seniman Barito Timur khususnya dalam seni tari pertunjukan. Congratulation KOMANDAN, terus berkarya dan ukirlah tanah Barito Timur dengan talentamu karena AMUN PUANG TAKAM HIE LAGI.. Ang neh duwa....(eB)

Kamis, 20 Februari 2014

Bangunan Sangar KOMANDAN


          Beratapkan rumbia, tanpa dinding walau sederhana semangat  anak-anak Komandan tetap berlatih di sanggar tari Komandan. Semangat terpancar dari anggota senior Komandan saat mengajarkan tarian kepada bocah-bocah kecil yang tergabung dalam sanggar Tari Komandan. Mengajar tanpa  dibayar dengan satu tujuan mempertahankan tradisi melalui seni tari. Seyogyanya anggota komandan bersifat terbuka, saat ini anggota sanggar semakin banyak. Bahkan bangunan sederhana yang baru selesai dibangun hampir tidak cukup menamppung seluruh anggota untuk berlatih.

          Rasa lelah mengajar tari sedikit terbayar saat melihat antusiasme anak-anak kecil berlatih menari mengikuti para pelatihnya. Terkadang masih ada anak yang salah melakukan gerakan namun hal itulah yang menjadi hiburan dan kelucuan saat melatih mereka. Bila seorang anak dirasa telah menguasai gerakan dan mampu menari dengan baik maka mereka akan diajak untuk mengikuti kegiatan Komandan menari diacara-acara pernikahan.

      Selain mengisi acara pernikahan, anggota Komandan juga cukup sering tampil diacara-acara penyambutan tamu, peresmian hingga lomba tari. Biasanya setiap tahun sanggar tari Komandan akan berpartisipasi pada festival Pasar Panas, untuk lomba tari tingkat anak-anak, anggota Komandan cukup sering menjadi juara. Pada ajang seperti inilah para anggota cilik Komandan dapat menampilkan ketrampilan mereka yang tidak mereka peroleh di bangku sekolah.

          Semoga upaya anggota sanggar seni Komandan dalam melestarikan kesenian daerah dapat berkelanjutan dengan regenerasi seperti ini. Masih diperlukan peran serta semua pihak untuk mendukung kegiatan generasi muda yang berjuang menjaga budayanya sendiri. (ino)

Berlatih di Sanggar KOMANDAN



http://www.facebook.com/#!/groups/166974846672248/ komandan_maanyan@yahoo.com



Setelah sekian tahun berlalu, akhirnya Komunitas Anak Dayak Maanyan (KOMANDAN) bisa merehab bangunan sanggar. Lantai mulai disemen serta memasang  dinding dari papan walau hanya setengahnya saja. Setidaknya ada peningkatan pada bangunan sanggar, kaki-kaki para penari tidak lagi terlalu kotor saat berlatih di sanggar ini.

Gotong-royong merehab sanggar
Pengurus, pemusik merangkap tukang :p


Rabu, 19 Februari 2014

“WURUNG JUE”

“WURUNG JUE” 

Wurung Jue atau Burung Jue biasanya hidup di daerah pegunungan-pegunungan yang ada di daerah Barito. Burung ini merupakan jenis burung yang paling susah ditemukan dan ditangkap hidup-hidup karena memerlukan suatu trik khusus untuk menangkapnya. Dalam kehidupan masyarakat Dayak Ma’anyan yang ada di Barito Timur, burung ini merupakan perlambangan sebuah kesetiaan, kesucian, keagungan, kebersihan diri dari segala hal dan kewaspadaan terhadap ancaman-ancaman. 

rejang-lebong.blogspot
Page by Tun Jang - View teletype8472's map. Taken in a place with no name (See more photos or videos here). Argus Pheasant at the Fort Worth Zoo.
on
Point-point ini diambil dari bentuk Burung Jue yang indah dan anggun dengan sifat yang unik. Burung ini mempunyai sifat yang setia terhadap pasangannya, apabila melihat pasangannya mati maka pasangan yang satunya tidak lama lagi akan ikut mati juga oleh sebab itu simbol dari kesetiaan inilah yang diangkat dalam proses Perkawinan Adat Suku Dayak Ma’anyan dan Lawangan yang ada di Barito Timur pada saat ini. 


Pada saat rangkaian Proses Acara Adat Perkawinan terdapat satu acara yang disebut dengan Iwurung Jue, dimana Balian(dukun) diminta untuk mencari mempelai wanita yang disebut dengan Wurung Jue. Dalam proses ini beberapa kali Balian membawa seorang wanita untuk ditanyakan apakah benar yang dibawa ini adalah pasangan yang dicari-cari oleh pengantin prianya, sampai mendapatkan pasangan yang benar. Disinilah kesetiaan itu diuji, karena apabila pengantin pria mengatakan itu benar walau kenyataan bukan pasangan yang sebenarnya maka akan langsung diputuskan bahwa pasangan yang dibawa tersebut memang benar. 

Contoh Riak Bawo pada acara Wurung Jue
Matuwo tilo molo ine burok ngeke pare
getah sunge lengko dano ngeto anak wurung jue..........

Ni papuan ragak-ragak, anak umpis isa ngaun salai
surung senu ita jukung jawa, kapipi umak lali lalay........

Contoh Tumet Dadas pada acara Wurung Jue
Hampe kami ma balai natat iwaruga talanyaan
tara jajak anak kasanian ku tara tinak bunsu seni tari........

Apar pirak ku apar pirak, apar pirak huwang tumpayan
napa habar urang dayak marak mangil sulin danbulian

Kamis, 30 Januari 2014

"punuk pisanturuyan" kesederhanaan yang mahal



Kegiatan Pameran Pemerintah Kab. Bartim dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Barito Timur yang ke-11 dilaksanakan tanggal 26-29 Agustus 2013 membawa suatu kenangan indah untuk Sanggar KOMANDAN yang mana bertepatan pada tanggal 28 agustus tersebut merayakan Ulang Tahunnya yang ke 4. Pameran ini diikuti seluruh SKPD yang ada di Pemerintahan Kab. Bartim serta pihak-pihak swasta dan organisasi-organisasi yang juga ikut ambil bagian dalam kegiatan tahunan ini.
Sanggar KOMANDAN yang untuk pertama kalinya ikut ambil bagian, membangun sebuah stand pameran dengan tema "punuk pisanturuyan" dengan menyajikan kerajinan tangan anggota sanggar, foto-foto kegiatan, piala-piala, rekaman-rekaman video ritual adat hasil dokumentasi sanggar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan Sanggar KOMANDAN. Setiap malam musik tradisional dimainkan seraya menampilkan tari-tarian, tandrik tampak sebagai hiburan dengan melibatkan pengunjung stand KOMANDAN. Alhasil hampir setiap malam mendapat apresiasi dari pengunjung, bahkan Bapak Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas pada saat pembukaan bersedia meninjau stand dengan menaiki tangga dari kayu bulat (tukat tungkilan) untuk masuk ke dalam Stand KOMANDAN yang sederhana.

Hal yang menggembirakan adalah Stand KOMANDAN yang sederhana tersebut malah mendapat penghargaan sebagai Juara Favorite Stand Pameran, maka semakin lengkaplah perayaan HUT KOMANDAN pada tahun lalu. Sekarang di Tahun yang baru ini merupakan tahun yang penuh tantangan, semoga semangat api kreatifitas dan air kebersamaan masih tetap menyala dan mengalir di jiwa anggota sanggar KOMANDAN dimanapun berada. 
Semakin tinggi pohon, semakin kencang pula angin yang menerpa sehingga diperlukan akar yang kokoh agar pohon tersebut tidak tumbang dan bagaikan padi semakin berisi semakin merunduk. Beberapa kalimat tersebut merupakan suatu bahan untuk selalu mawas diri bagi Sanggar KOMANDAN dimasa yang akan datang.
 "Hungei takuam hang tumpuk Puri, amun puang takam hie lagi". eehhmm..hehehe(eB)

Senin, 27 Januari 2014

Ancak lambang ungkapan syukur


Masyarakat di pedesaan – pedesaan yang ada di Kabupaten Barito Timur sampai saat ini masih sering melaksanakan ritual Ngancak atau Ipaket, yaitu acara ritual dalam rangka memberikan sesajen kepada roh-roh halus penjaga kampung. Setelah dilaksanakan ritual oleh Wadian di dalam rumah, biasanya mereka meletakkan Ancak ini di perbatasan kampung. Pada saat meletakkannya pun masih ada berbagai prosesi lagi bahkan pada saat itu pasti ada yang kesurupan, menandakan bahwa roh-roh halus telah datang dan merasukinya untuk menikmati sesajen-sesajen yang telah disediakan.
            Dibeberapa desa pembuatan Ancak bahkan ada panjangnya yang mencapai 2 meter, dengan isi berbagai jenis sesajen didalamnya. Ayam mentah, darah babi dan ayam, kue-kue, nasi ketan yang dimasak dalam bambu, patung kayu kecil, dan masih banyak lagi lainnya. Kegiatan ini biasanya berlangsung setelah masa panen selesai. 

Pada saat prosesi berlangsung masyarakat tidak ada yang boleh keluar masuk kampung dan esok harinya selama 1 hari masyarakat melaksanakan “itampadi” (pantangan). Seperti tidak boleh ke hutan mencari kayu, membakar sampah, melakukan pekerjaan yang berat, dan lain-lain atau pada intinya dilarang melakukan pekerjaan rutin sehari-hari sehingga pada waktu dulu 1 hari setelah Ritual Ngancak kampung tersebut pasti sepi karena semua orang mengurung diri di dalam rumah masing-masing.    
masyarakat maanyan biasa menyebut dengan ritual ipaket ini, pada prinsipnya pelaksanaan ini merupakan ungkapan syukur masyarakat adat atas hasil panen yang berlimpah dengan harapan di masa yang akan datang akan terus diberi kemurahan rejeki serta kesuburan atas kebun dan ladang mereka. (eB)

Sabtu, 25 Januari 2014

bahasa sastra dayak maanyan

sulin ngabulian riak rayu rungan



TUMET LEUT
TUMET merupakan rangkaian Bahasa Sastra Adat Dayak Maanyan, penuh akan kiasan-kiasan yang tak bisa di artikan per bagian kata. Menggunakan Bahasa Adat yg disebut "PANGUNRAUN" yang dapat di lantunkan dengan berbagai macam versi nada disebut dengan LEUT.     
Erang hila aku manyiangan lengan, rueh makis kuai manatuien leut
Supan wae aku manyiangan lengan, sidap sarung kuai minutuien leut
Daya budu dintung aku ngandrei watang tenga, dilu nate kuai nunup pakun munuk
Daya puang uweng aku bagaguru nginung, Anuh naan kuki bagukawit ngapang
Daya mulur tuntut kawan kula hengau, muji hapinaku dapa kawan
Luwan ekah kene aku pundrik nelang iyeng, wuwar uyu nisi sirum lintu

Siang lengan aku lawu nyantabe’en, tatui leut kuai ngugur nyamangaten
Nyantabe’en ulun sa tumang anak matu, ngugur nyamangaten ulun juat pasunringan kihi
Nyantabe’en ma padu mamantiran, nyamangaten ulun umun kanang haji
Nyantabe’en ma padu rumung rama, nyamangaten ma ipah bawai wahai

Biar jatuh taun nanan taluk nansarunai, riwu wulan nului gumi ngamang talam
Biar haut ingamuku kala gunung kulun, inyanapeh alang watu inen
Ada wewung awe kawan sarunai ngamang talam liwat guru
Masih ngitung kuta maga, nyawu iwu tane janang
Ngitung liung kuta lingga nyabu abar nama
Magun ngitung liung pasanakan, lagi tatap nyawu iwu pihansuran
Biar sarunai galis ina eme angang, ngamang talam jarah maku lungkang
Sarunai galis tumu padang, ngamang talam di’it pujan panri
Biar sarunai galis rakit apui, ngamang talam jarah sia tutung
Biar sarunai galis jari danau, ngamang talam jarah janang luau
Uneng puting lutut amah jarang mula, bumang ratai bapang suga ire
Ekat teka yiru papisahan pangunraun jatuh, pihanrayan ngapet malem balah riwu
Usul asal pangukani maleh, tutur tunreng panguratus runsa
Usul asal kawan kakatuhen, tutur tunreng kajayaen
Babat liung pinggang samilakur ngakeh untun tuwing
Lagi usul asal kawan era janyawai, asal kawan tumet leut
Tarus ngalut ilai pangunraun rama, ngunau angkuh ngampet malem balah wahai
Usul asal tarung nasarita, mula paner jampa
wadian pangunraun jatuh, bulanut ngampet malem balah riwu

Hampe tau ina enei erang tumpuk natat, ina uit ma gumi halaman
Wau pantaruan ma’anyan sarumpunan, pantahulan suku sarumayan
Pantaruan takam lagi mira basa, pantahulan takam isa tarung lengan
Biar sihalu erang tumpuk ulun lain, isingkahung iwu tane hapabukan
Amun nyanrengei andri panulingu, nyansiliken iwu lumping mayang
Yiru takam lagi batung mira putut, telang nyanselukan lawi
Yeru siri pangkan datu sameh teka nansarunai, palai miharaja teka gumi ngamang talam
Pantaruan jatang itawari, pantahulan wasi sihinra’an
Pantaruan lagi mira purun tunun, pantahulan masih kangkawitan langar
Ekat siang lengan teka aku nanyu budu dintung, manas leut kuai dilunate ; Pa debuk;10 maret 2010



Secara singkat tumet leut diatas memiliki makna tentang ungkapan betapa masih terjaganya suatu kearifan lokal budaya maanyan.
walaupun jaman terus berubah tak akan mampu mengikis darah maanyan yang mengalir dalam tubuh. walaupun berada di tempat yang jauh dari kampung halaman tetap budaya maanyan tidak akan hilang di telan kehidupan majemuk. Maanyan tetap Maanyan, 1bahasa 1asal usul akan menjadi pengikat persaudaraan yang kuat dimana saja berada. (ebbi) 

Minggu, 19 Januari 2014

Masih ada Asa tersimpan

"Bangunan" Sanggar KOMANDAN
2013 telah berlalu memasuki tahun yang baru 2014, masih banyak cita-cita serta harapan yang belum tercapai di tahun yang lalu.Salah satunya adalah rehab sanggar yang belum tercapai, hingga pengadaan sarana transportasi untuk mempermudah mobilitas sanggar ini. Memang pernah ada pejabat pemerintah yang menjanjikan akan membantu rehab bangunan sanggar namun belum ada realisasi dari janji-janji tersebut. Well Show Must Go On dengan kondisi apapun KOMANDAN akan terus berprestasi walau bangunan sanggar masih meminjam tanah dari salah satu kerabat pengurus KOMANDAN.
.
Latihan

Walaupun prestasi sanggar KOMANDAN sudah cukup besar namun hingga saat ini Komandan selalu tergantung dengan pihak lain. Kesibukan mencari moda transportasi saat akan pentas selalu menjadi perdebatan bagi semua pengurus sanggar. Selain itu sering pula KOMANDAN sibuk mencari printer untuk mencetak surat ijin bagi anggotanya yang rata-rata masih duduk di bangku sekolah.

KOMANDAN dan Mobil sewaannya

Pergantian generasi menjadi tantangan tersendiri bagi setiap sanggar tari, personil yang beranjak dewasa yang menuntut mereka harus melangkah meninggalkan kampung halaman demi cita-cita. Personil yang sibuk membina rumah tangga sehingga tidak seaktif sebelumnya juga salah satu kendala. Namun dengan memiliki 3 buah cabang Sanggar KOMANDAN masih mampu memenuhi tawaran-tawaran iwurung jue yang mereka dapat. 

Asa terbesar KOMANDAN adalah merehab bangunan sanggar bila memungkinkan mengganti harga tanah tempat sanggar ini berdiri mengingat KOMANDAN sendiri telah memiliki badan hukum jadi semua atas nama KOMANDAN bukan lagi individu. Membeli moda transportasi serta ATK seperti komputer, printer serta sambungan internet bagi kelancaran aktivitas sanggar ini kedepannya. Amin(bo)

Wayiiiiii....go..go..go...

Paku, 14 Januari 2014
"Selamat Menempuh Hidup Baru" wayiiiiiii salah satu personil Sanggar Seni dan Budaya KOMANDAN mengakhiri masa lajangnya di awal tahun 2014 ini. Petualangan mencari cintanya berakhir, petualangan baru mangayuh biduk rumah tangga pun dimulai. Satu persatu anggota Sanggar KOMANDAN memulai langkah baru, mulai dari menikah, kuliah hingga pindah domisili. Semoga setelah menikah Wayi tetap eksis mengharumkan nama Sanggar KOMANDAN serta tetap aktif dalam setiap kegiatannya.

Di masa mendatang hal ini memang tidak dapat dihindari, ada yang menikah kemudian vakum di kegiatan sanggar, namun ada pula yang masih aktif walau tidak seperti saat masih lajang. Namun generasi baru selalu ada untuk memberi warna di sanggar KOMANDAN, mulai dari anak-anak yang dididik disanggar KOMANDAN dan cabangnya hingga anggota baru yang masuk dari berbagai daerah.
Latihan di Pasar Panas, cabang KOMANDAN
Jadiiii..... KOMANDAN still kicking in selalu berkreasi dengan berbagai cara baik secara utuh sebagai sebuah Sanggar ataupun perorangan sebagai individu. Menyongsong banyaknya agenda di 2014 ini Komandan telah memiliki generasi penerus untuk tetap eksis dalam dunia seni tari khususnya di Barito Timur. (bo)

Ngakoyoko goes to fight

"A man may die, nations may rise and fall, but an idea lives on. 
Ideas have endurance without death."
John F. Kennedy
Kai Oyooooo dan dayang dayangnya gkgkgkgkkkk
What is the most resilient parasite? An idea. A single idea from the human mind can build cities, rewrite all the rules, and transform the world. Neither armies, nor dictators, nor even mortality have power over them. People die, but their ideas do not. 
Ide original/asli adalah seperti bunga-bunga yang disatukan, setiap orang pasti memiliki konsep berbeda tentang bentuknya namun bahan serta dasarnya tetap sama. Sebagian mungkin memandang folklore hanyalah seni gerak tari, suara dan bahasa yang ditampilkan, namun Ngakoyoko merangkum semuanya. Mulai dari seni suara numet, hanriak, tumet leut, seni tari dadas dan bawo, sejarah, hingga penggunaan rias karakter agar nuansa enisnya lebih terasa.

Ngakoyoko pertama kali tampil pada kegiatan lomba Folklore saat Pesparawi 2013 tingkat provinsi di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Hasilnya mereka meraih juara pertama kategori Folklore dan seharusnya dapat mewakili Kalimantan Tengah ke tingkat Nasional. Mengapa Ngakoyoko sangat berhubungan dengan Sanggar Seni dan Budaya KOMANDAN?

Hampir sebagian besar personil Ngakoyoko adalah anggota dan pengurus KOMANDAN, hal inilah yang menjadikan Ngakoyoko indentik dengan sanggar KOMANDAN. Jadi pada pertengahan hingga akhir 2013 sanggar KOMANDAN tidak begitu aktif pada event-event tari karena hampir semua anggotanya sibuk dengan kegiatan di Ngakoyoko dan lomba-lomba di ajang Pesparawi tersebut. Namun saat ini telah memasuki tahun yang baru, 2014 ada harapan baru, rencana, serta cita-cita yang ingin diraih oleh Sanggar KOMANDAN dan Ngakoyoko. Semoga semua rencana yang telah dirintis dapat terlaksana dengan baik. (posted from Palangkaraya, kalimantan Tengah)(bo)

Sabtu, 18 Januari 2014

Ngakoyoko Choir

"Folklore (or lore) consists of legends, music, oral history, proverbs, jokes,
 popular beliefs, fairy tales, stories, tall tales, and customs included in the traditions of a culture, subculture, or group"

Bila menhgacu pada kutipan ini maka folklore atau cerita rakyat mengandung banyak unsur/bagian. Mulai dari legenda, musik, sejarah lisan, pepatah, lelucon, keyakinan populer, dongeng, cerita, dan kebiasaan termasuk dalam tradisi budaya, subkultur, atau kelompok.

The English antiquarian William Thoms memperkenalkan kata "folklore" pada surat yang diterbitkan dalam jurnal The London Athenaeum tahun 1846. 

Sedangkan menurut Jan Harold Brunvard, seorang ahli folklore dari Amerika Serikat, terdapat tiga kelompok folklore berdasarkan tipenya, yaitu:

1) Folklore Lisan
Merupakan folkore yang bentuknya murni lisan, yaitu diciptakan, disebarluaskan, dan diwariskan secara lisan.

2) Folklore Sebagian Lisan
Merupakan folklor yang bentuknya merupakan campuran unsur lisan dan bukan lisan. Folklor ini dikenal juga sebagai fakta sosial. 

3) Folklore Bukan Lisan
Merupakan folklore yang bentuknya bukan lisan tetapi cara pembuatannya diajarkan secara lisan. Biasanya meninggalkan bentuk materil(artefak). 

Yang menarik untuk dikembangkan diimplementasikan kedalam bentuk seni pertunjukan adalah kelompok Folklore Lisan, jenis ini dapat dilihat pada:
(a) Bahasa rakyat adalah bahasa yang dijadikan sebagai alat komunikasi diantara rakyat dalam suatu masyarakat atau bahasa yang dijadikan sebagai sarana pergaulan dalam hidup sehari-hari. Seperti: logat,dialek, kosa kata bahasanya, julukan.
(b) Ungkapan tradisional adalah kelimat pendek yang disarikan dari pengalaman yang panjang. Peribahasa biasanya mengandung kebenaran dan kebijaksanaan. Seperti, peribahasa, pepatah.
(c) Pertanyaan tradisional (teka-teki)

(d) Puisi rakyat adalah kesusastraan rakyat yang sudah memiliki bentuk tertentu. Fungsinya sebagai alat kendali sosial, untuk hiburan, untuk memulai suatu permainan, mengganggu orang lain. Seperti: pantun, syair, sajak.
(e) Cerita prosa rakyat, merupakan suatu cerita yang disampaikan secara turun temurun (dari mulut ke mulut) di dalam masyarakat.Seperti: mite, legenda, dongeng.
(f) Nyanyian rakyat, adalah sebuah tradisi lisan dari suatu masyarakat yang diungkapkan melalui nyanyian atau tembang-tembang tradisional. Berfungsi rekreatif, yaitu mengusir kebosanan hidup sehari-hari maupun untuk menghindari dari kesukaran hidup sehingga dapat manjadi semacam pelipur lara. Seperti: lagu-lagu dari berbagai daerah.

Dengan banyaknya bentuk yang dimiliki kelompok sastra lisan sehingga pengembangan seni pertunjukannya tidak hanya terbatas pada seni gerak, suara, bahasa "SAJA".
Pada pengembangannya di Pesparawi tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2013, tim folklore Barito Timur menyajikan penampilan berbeda. Mereka menjuluki tim mereka dengan nama Ngakoyoko Choir, tim ini berhasil menyabet juara pertama di kategori Folklore (eksebisi). Kisah yang mereka angkat adalah penolakan masyarakat adat akan kehadiran para Zending, mereka menyanyi dengan bahasa, ungkapan serta gaya nyanyian khas masyarakat dayak maanyan.

Logat, dialek dan kosa-kata yang digunakan pun semirip mungkin dengan kenyataan yang ada di masyarakat dayak maanyan. Beberapa ungkapan tradisional, puisi, serta pertanyaan tradisional yang merupakan kesusastraan masyarakat adat dayak maanyan juga mereka gunakan.


Untuk mempertegas digunakan pula make-up karakter well untuk yang satu ini memang sudah biasa digunakan oleh anggota sanggar KOMANDAN di beberapa festival tari. Cukup menarik mendengar munculnya berbagai komentar sebelum Ngakoyoko Choir tampil, seperti "semua anggota paduan suara folklore Bartim kok tua-tua" dan berbagai komentar lainnya. Namun setelah menyaksikan penampilan Ngakoyoko Choir hanya standing applause yang dapat dilakukan tanpa mampu berkata-kata.

Usia Ngakoyoko Choir yang baru terbentuk di bawah Sanggar Seni dan Budaya KOMANDAN masih belum teruji, masih panjang perjalanan yang harus Ngakoyoko Choir hadapi. Ujian pertama yang mereka hadapi adalah walau berhasil menjadi juara pertama Ngakoyoko Choir tidak akan mewakili Kalimantan Tengah pada PESPARAWI tingkat nasional.Well Selamat berjuang Ngakoyoko Choir masih banyak segmen lain diluar Pesparawi yang dapat digarap untuk mengembangkan keahlian kalian. 
Tabe: ino

..

Komunitas Anak Dayak Maanyan (KOMANDAN) jln. Nnsarunai RT.V dabung (depan RSUD Tamiang Layang), Kabupaten Barito Timur, contact personne : (ebbi)+6285249537058 PIN BB: 27011fe5 (Alfirdaus) +621351946584 e-mail komandan_maanyan@yahoo.com komandanmaanyan@gmail.com