Komunitas Anak Dayak Maanyan (KOMANDAN) jln. Nansarunai RT.V, dabung (depan RSUD Tamiang Layang), Kabupaten Barito Timur, contact personne : (ebbi)+6285249537058, PIN BB 27011fe5 (Alfirdaus) +621351946584 e-mail komandan_maanyan@yahoo.com komandanmaanyan@gmail.com
Tampilkan postingan dengan label Pertunjukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertunjukan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Maret 2015

Tabalong Ethnic Festival 2015

Penampilan Sanggar Seni dan Budaya "KOMANDAN" pada Tabalong Ethnic Festival IV
Tabalong Ethnic Festival IV merupakan festival budaya lokal Banjar dan Dayak yang diselenggarakan pada 11-14 Februari 2015 di Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan. Harmoni budaya banjar dan dayak ikut tampil dalam event yang bertema "Beauty of Tabalong" ini. Semua itu diwujudkan melalui karnaval, festival film budaya, panggung seni dan gelar budaya Dayak Deah Kampung Sepuluh.

Pada kesempatan ini, Sanggar Seni dan Budaya "KOMANDAN" (Komunitas Anak Dayak Ma'anyan) berkesempatan ikut serta meramaikan acara panggung seni. Bukan sebagai peserta, hanya menjadi salah  satu pengisi acara pada malam panggung seni.
Penampilan Sanggar Seni dan Budaya "KOMANDAN" pada Tabalong Ethnic Festival IV
Judul yang diangkat kali ini adalah "Alimu Pituah" yang artinya hmmmmmm......hmmmm.... penulis lupa hahahhahaa :p terserah ja. Penampilan berlangsung kurang lebih sepuluh menit, berbagai atraksi ditampilkan well cukup bersaing dengan atraksi menaiki batang berduri dari salah satu sanggar peserta.

 
salto dengan posisi tubuh setengah bulat let say it "half flexible somersault" terserah ku ja :p


Semoga sepanjang tahun 2015 ini masih banyak kegiatan yang dapat diikuti oleh Sanggar Seni dan Budaya KOMANDAN untuk tetap eksis melestarikan seni tari gelang bawo dan dadas. Amun Puang Takam Hie Lagi Kalau Bukan Kita Siapa Lagi. (bo)

nb.Bonus kostum Karnaval Budaya
Karya Veno Vijrawan Otodidak

Rabu, 26 November 2014

BERBAGI

Berbagi, kalimat sederhana namun tidak semua orang mampu melakukannya dengan berbagai macam alasan. Malu mungkin atau merasa tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk dibagi namun sesungguhnya sekecil apapun hal yang kita bagi akan memiliki manfaat bagi orang yang menerimanya.
Penari Wadian Bawo Sanggar KOMANDAN dan Sanggar GARANTUNG menari bersama mahasiswa prodi seni tari di Pendopo Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta
Kesempatan yang diberikan salah satu Dekan di ISI dimanfaatkan dengan baik oleh Sanggar KOMANDAN dan GARANTUNG untuk berbagi dengan para akademisi di kampus ini. Dari mahasiswa hingga dosen turut serta dalam kegiatan mengenalkan seni dan budaya Dayak Ma'anyan khususnya seni tari dan musik. 

Penampilan
Rangkaian kegiatan ini dibuka dengan nanrik nampak atau lebih populer dengan nama tari giring-giring, beberapa mahasiswa turut terlibat menari dengan ganggereng dan gantar ditangan mereka. Beberapa terlihat sungkan namun ada pula yang antusias mengikuti gerak penari sanggar KOMANDAN, kurang lebih hampir 30 menit mereka menari bersama.
Mahasiswa/i prodi tari ISI bersama Penari sanggar KOMANDAN nanrik nampak

Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan tari dengan judul "Nyampan Banawa" yang sebelumnya dipertunjukan pada malam pembukaan Pekan Seni dan Budaya Dayak Kalimantan (PSBDK) ke XII beberapa hari sebelumnya. Namun dilakukan sedikit perubahan dengan memasukan tari Dadas kedalam penampilan kali ini.
Penampilan "Nyampan Banawa"
Diskusi
Usai penampilan dilakukan pula diskusi singkat dengan para akademisi di pendopo ini dengan fasilitator Himpunan Mahasiswa Jurusan Tari (HMJT). Beberapa pertanyaan dilontarkan mahasiswa yang hadir seputar penampilan baik dari segi kostum, musik, hingga gerak tari yang ditampilkan. Pertanyaan seperti apakah gelang wadian bisa digunakan sebagai aksesoris sehari-hari, hingga pertanyaan apakah gerak wadian bulat adalah gerak pakem tradisi. 

Diskusi dan tanya jawab berlangsung kurang lebih setengah jam, bergantian ketua dan sekertaris sanggar KOMANDAN menjawab pertanyaan para mahasiswa dari prodi tari dan etnomusikologi yang hadir. penjelasan mengenai gerak pakem hingga jenis dan nama papaluan dipaparkan dengan singkat dan jelas. Beberapa kali pula musik dibunyikan sesuai dengan namanya, namun karena singkatnya waktu tidak semua dapat dijelaskan dengan terperinci hanya garis besar saja. Namun d hal ini akan memancing rasa penasaran para akademisi untuk turun langsung kedaerah asal musik dan tari ini untuk mengkajinya.
diskusi
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto foto foto fotooooo.... seperti biasa :)
Bersama Dekan

Bersama Dosen

Bersama Plang ISI
Bonus bersama bintang hehehehheee
Tiada panggung megah, gemerlap sorot lampu, kursi penonton yang sesak, tanpa aturan baku, dan deretan tamu kehormatan, hanya sekumpulan orang duduk lesehan dibawah naungan pendopo sederhana jauh dari hiruk pikuk kota yogyakarta. Berbagi bersama menikmati seni dan budaya, inilah kami yang sedang berbagi kalau bukan kita siapa lagi, amung puang takam hie lagi. Salam budaya (Bo)

Selasa, 25 November 2014

mengukir langkah di kota jogja





Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu, Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja

Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu


Demikianlah penggalan lagu Yogyakarta yang dinyanyikan oleh Katon Bagaskara membuat hangatnya ingatan akan suatu catatan kenangan yang baru-baru saja dirasakan oleh Sanggar KOMANDAN di Kota Gudeg tersebut.

Kehadiran KOMANDAN di Yogyakarta ini atas ajakan kerjasama dari sanggar di Palangka Raya yaitu BATARING ART dan Sanggar GARANTUNG, dalam hal ini sebagai utusan Dewan Adat Dayak Kalimantan Tengah.
Kolaborasi 3(tiga) sanggar ini dalam rangka mengisi acara Pembukaan dan Penutupan Pesta Seni Budaya Dayak Kalimantan ( PSBDK ) ke XII di Yogyakarta yang dilaksanakan pada tanggal 6-8 Nopember 2014. Terkhusus untuk penampilan Sanggar KOMANDAN sendiri didaulat pada malam seni pertama dengan membawa judul tarian NYAMPAN BANAWA. 
Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardja Soemantri (Purna Budaya) UGM niscaya menggema dengan gelegar tetabuhan dan gemerincing bunyi gelang dipadu dengan suara Wadian yang menusuk ke dalam jiwa dan sanubari seiring sorak sorai riuhnya penonton sebagai tanda dimulainya rentetan acara PSDBK tersebut ....... hahahahahaha...... edisi lebay.......  BAAAAIIIIKKKK.....
Dibalik semua ke-lebay-an tadi,hehe, selama perjalanan ada beberapa point yang dapat dipetik dan bahan renungan bagi kita semua, bahwa sebuah ketulusan jiwa membentuk karya cipta rasa tanpa kenal lelah dengan kondisi apapun akan membuahkan ikatan emosi yang kuat, sebagai pondasi kebersamaan menuju gunung cita-cita. Keterbatasan bukan halangan, tuntutan profesionalitas jadi acuan perkembangan diri, serta rendah diri dan terbuka dalam kesederhanaan... Tatap dan genggamlah dunia dengan talenta mu KOMANDAN.... 

Baydewey.......... Thanks to.. BATARING ART, pimpinan dari Donny dan Reny PAUL yang memberikan kepercayaan kepada Sanggar KOMANDAN untuk bergabung dalam tim DAD Kalteng guna mendukung acara PSDBK di Yogyakarta. Tidak lupa buat Sanggar GARANTUNG yang juga bersama-sama terlibat, bukanlah akhir dari segalanya karena ini adalah awal langkah kebersamaan yang manis dalam menuju satu tujuan yang sama.. Amun dia itah eweh hinday.....
Tengkyu poolllllll........
Terkhusus buat Mahasiswa Kalteng di Yogyakarta yang tinggal di Asrama Kalteng Pakuningratan yang telah menyediakan tempat berteduh, Mahasiswa/i asal Bartim yang turut mendukung dan membantu, Ketua asrama yang merangkap tukang service kompor gas kita...hehe.. special thanks to ayink, atas kamar dan fasilitasnya yang pooooolllllll... Ela jera kas lah....hehe..( eB )


Senin, 21 April 2014

New Generation mengukir cita-cita

lagi....lagiii...dan lagiiiii............. Pada tahun 2014 ini KOMANDAN kembali mengukir prestasi yang membanggakan melalui generasi-generasi mudanya. Pada perhelatan festival Jari Janang Kalalawah (JAJAKA) yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Barito Timur untuk kategori tarian anak-anak sanggar, KOMANDAN menancapkan taringnya dengan menjadi yang terbaik di kategori ini. Walaupun hanya mengirimkan 2 grup bersama cabang KOMANDAN  Pasar Panas, generasi emas ini mampu memukau juri dan penonton yang hadir, sehingga berhasil menyabet peringkat I dan II, Penata Tari Terbaik, Penata Musik Terbaik dan Penata Busana Terbaik.

Generasi-generasi emas yang dimiliki oleh Sanggar KOMANDAN diharapkan selalu mampu untuk mengembangkan potensi-potensinya sehingga menghasilkan insan seniman yang tidak karbitan, melalui kemampuan dan pengalaman yang terus terasah sejak dini.

Hanya saja untuk kategori tarian dewasa Sanggar KOMANDAN Komunitas Anak Dayak Maanyan tidak mengirimkan perwakilannya dikarenakan sebagian penarinya mempunyai berbagai kesibukan yang tidak dapat ditinggalkan. Hal tersebut dapat dimaklumi karena sebagian besar penari sudah memasuki jenjang akhir studinya di tingkat SMA. Masa transisi inilah yang harus terus di sikapi melalui pengembangan regenerasi yang berkelanjutan dalam mencetak seniman-seniman Barito Timur khususnya dalam seni tari pertunjukan. Congratulation KOMANDAN, terus berkarya dan ukirlah tanah Barito Timur dengan talentamu karena AMUN PUANG TAKAM HIE LAGI.. Ang neh duwa....(eB)

Minggu, 19 Januari 2014

Wayiiiiii....go..go..go...

Paku, 14 Januari 2014
"Selamat Menempuh Hidup Baru" wayiiiiiii salah satu personil Sanggar Seni dan Budaya KOMANDAN mengakhiri masa lajangnya di awal tahun 2014 ini. Petualangan mencari cintanya berakhir, petualangan baru mangayuh biduk rumah tangga pun dimulai. Satu persatu anggota Sanggar KOMANDAN memulai langkah baru, mulai dari menikah, kuliah hingga pindah domisili. Semoga setelah menikah Wayi tetap eksis mengharumkan nama Sanggar KOMANDAN serta tetap aktif dalam setiap kegiatannya.

Di masa mendatang hal ini memang tidak dapat dihindari, ada yang menikah kemudian vakum di kegiatan sanggar, namun ada pula yang masih aktif walau tidak seperti saat masih lajang. Namun generasi baru selalu ada untuk memberi warna di sanggar KOMANDAN, mulai dari anak-anak yang dididik disanggar KOMANDAN dan cabangnya hingga anggota baru yang masuk dari berbagai daerah.
Latihan di Pasar Panas, cabang KOMANDAN
Jadiiii..... KOMANDAN still kicking in selalu berkreasi dengan berbagai cara baik secara utuh sebagai sebuah Sanggar ataupun perorangan sebagai individu. Menyongsong banyaknya agenda di 2014 ini Komandan telah memiliki generasi penerus untuk tetap eksis dalam dunia seni tari khususnya di Barito Timur. (bo)

Ngakoyoko goes to fight

"A man may die, nations may rise and fall, but an idea lives on. 
Ideas have endurance without death."
John F. Kennedy
Kai Oyooooo dan dayang dayangnya gkgkgkgkkkk
What is the most resilient parasite? An idea. A single idea from the human mind can build cities, rewrite all the rules, and transform the world. Neither armies, nor dictators, nor even mortality have power over them. People die, but their ideas do not. 
Ide original/asli adalah seperti bunga-bunga yang disatukan, setiap orang pasti memiliki konsep berbeda tentang bentuknya namun bahan serta dasarnya tetap sama. Sebagian mungkin memandang folklore hanyalah seni gerak tari, suara dan bahasa yang ditampilkan, namun Ngakoyoko merangkum semuanya. Mulai dari seni suara numet, hanriak, tumet leut, seni tari dadas dan bawo, sejarah, hingga penggunaan rias karakter agar nuansa enisnya lebih terasa.

Ngakoyoko pertama kali tampil pada kegiatan lomba Folklore saat Pesparawi 2013 tingkat provinsi di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Hasilnya mereka meraih juara pertama kategori Folklore dan seharusnya dapat mewakili Kalimantan Tengah ke tingkat Nasional. Mengapa Ngakoyoko sangat berhubungan dengan Sanggar Seni dan Budaya KOMANDAN?

Hampir sebagian besar personil Ngakoyoko adalah anggota dan pengurus KOMANDAN, hal inilah yang menjadikan Ngakoyoko indentik dengan sanggar KOMANDAN. Jadi pada pertengahan hingga akhir 2013 sanggar KOMANDAN tidak begitu aktif pada event-event tari karena hampir semua anggotanya sibuk dengan kegiatan di Ngakoyoko dan lomba-lomba di ajang Pesparawi tersebut. Namun saat ini telah memasuki tahun yang baru, 2014 ada harapan baru, rencana, serta cita-cita yang ingin diraih oleh Sanggar KOMANDAN dan Ngakoyoko. Semoga semua rencana yang telah dirintis dapat terlaksana dengan baik. (posted from Palangkaraya, kalimantan Tengah)(bo)

Sabtu, 18 Januari 2014

Ngakoyoko Choir

"Folklore (or lore) consists of legends, music, oral history, proverbs, jokes,
 popular beliefs, fairy tales, stories, tall tales, and customs included in the traditions of a culture, subculture, or group"

Bila menhgacu pada kutipan ini maka folklore atau cerita rakyat mengandung banyak unsur/bagian. Mulai dari legenda, musik, sejarah lisan, pepatah, lelucon, keyakinan populer, dongeng, cerita, dan kebiasaan termasuk dalam tradisi budaya, subkultur, atau kelompok.

The English antiquarian William Thoms memperkenalkan kata "folklore" pada surat yang diterbitkan dalam jurnal The London Athenaeum tahun 1846. 

Sedangkan menurut Jan Harold Brunvard, seorang ahli folklore dari Amerika Serikat, terdapat tiga kelompok folklore berdasarkan tipenya, yaitu:

1) Folklore Lisan
Merupakan folkore yang bentuknya murni lisan, yaitu diciptakan, disebarluaskan, dan diwariskan secara lisan.

2) Folklore Sebagian Lisan
Merupakan folklor yang bentuknya merupakan campuran unsur lisan dan bukan lisan. Folklor ini dikenal juga sebagai fakta sosial. 

3) Folklore Bukan Lisan
Merupakan folklore yang bentuknya bukan lisan tetapi cara pembuatannya diajarkan secara lisan. Biasanya meninggalkan bentuk materil(artefak). 

Yang menarik untuk dikembangkan diimplementasikan kedalam bentuk seni pertunjukan adalah kelompok Folklore Lisan, jenis ini dapat dilihat pada:
(a) Bahasa rakyat adalah bahasa yang dijadikan sebagai alat komunikasi diantara rakyat dalam suatu masyarakat atau bahasa yang dijadikan sebagai sarana pergaulan dalam hidup sehari-hari. Seperti: logat,dialek, kosa kata bahasanya, julukan.
(b) Ungkapan tradisional adalah kelimat pendek yang disarikan dari pengalaman yang panjang. Peribahasa biasanya mengandung kebenaran dan kebijaksanaan. Seperti, peribahasa, pepatah.
(c) Pertanyaan tradisional (teka-teki)

(d) Puisi rakyat adalah kesusastraan rakyat yang sudah memiliki bentuk tertentu. Fungsinya sebagai alat kendali sosial, untuk hiburan, untuk memulai suatu permainan, mengganggu orang lain. Seperti: pantun, syair, sajak.
(e) Cerita prosa rakyat, merupakan suatu cerita yang disampaikan secara turun temurun (dari mulut ke mulut) di dalam masyarakat.Seperti: mite, legenda, dongeng.
(f) Nyanyian rakyat, adalah sebuah tradisi lisan dari suatu masyarakat yang diungkapkan melalui nyanyian atau tembang-tembang tradisional. Berfungsi rekreatif, yaitu mengusir kebosanan hidup sehari-hari maupun untuk menghindari dari kesukaran hidup sehingga dapat manjadi semacam pelipur lara. Seperti: lagu-lagu dari berbagai daerah.

Dengan banyaknya bentuk yang dimiliki kelompok sastra lisan sehingga pengembangan seni pertunjukannya tidak hanya terbatas pada seni gerak, suara, bahasa "SAJA".
Pada pengembangannya di Pesparawi tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2013, tim folklore Barito Timur menyajikan penampilan berbeda. Mereka menjuluki tim mereka dengan nama Ngakoyoko Choir, tim ini berhasil menyabet juara pertama di kategori Folklore (eksebisi). Kisah yang mereka angkat adalah penolakan masyarakat adat akan kehadiran para Zending, mereka menyanyi dengan bahasa, ungkapan serta gaya nyanyian khas masyarakat dayak maanyan.

Logat, dialek dan kosa-kata yang digunakan pun semirip mungkin dengan kenyataan yang ada di masyarakat dayak maanyan. Beberapa ungkapan tradisional, puisi, serta pertanyaan tradisional yang merupakan kesusastraan masyarakat adat dayak maanyan juga mereka gunakan.


Untuk mempertegas digunakan pula make-up karakter well untuk yang satu ini memang sudah biasa digunakan oleh anggota sanggar KOMANDAN di beberapa festival tari. Cukup menarik mendengar munculnya berbagai komentar sebelum Ngakoyoko Choir tampil, seperti "semua anggota paduan suara folklore Bartim kok tua-tua" dan berbagai komentar lainnya. Namun setelah menyaksikan penampilan Ngakoyoko Choir hanya standing applause yang dapat dilakukan tanpa mampu berkata-kata.

Usia Ngakoyoko Choir yang baru terbentuk di bawah Sanggar Seni dan Budaya KOMANDAN masih belum teruji, masih panjang perjalanan yang harus Ngakoyoko Choir hadapi. Ujian pertama yang mereka hadapi adalah walau berhasil menjadi juara pertama Ngakoyoko Choir tidak akan mewakili Kalimantan Tengah pada PESPARAWI tingkat nasional.Well Selamat berjuang Ngakoyoko Choir masih banyak segmen lain diluar Pesparawi yang dapat digarap untuk mengembangkan keahlian kalian. 
Tabe: ino

Selasa, 11 Juni 2013

FLS2N provinsi Kalteng 2013


RUEH SISI
Pada dasarnya seluruh alam semesta beserta isinya mempunyai 2 unsur sifat bagaikan mata uang logam yang berbeda sisi satu dengan lainnya. Gelap dan terang, tinggi dan rendah, cepat dan lambat, panas dan dan dingin merupakan dua sisi bertentangan tapi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Sama halnya dengan 2 sisi sifat manusia yang melekat pada kepribadian masing-masing individu yaitu sisi baik dan sisi jahat merupakan 2 sifat yang bertolak belakang.Hanya saja memerlukan suatu pergumulan hebat dalam diri untuk sifat yang baik mengendalikan atau mengalahkan sifat buruk yang jahat.

Tarian yang berjudul “Rueh Sisi” ini mengangkat tema tentang pertentangan antara kedua sisi sifat manusia yang bertolak belakang tersebut. Pengambilan simbol hitam dan putih mempertegas diri apa yang digambarkan dari kedua sisi tersebut.

Dengan tetap berpijak pada pakem gerak tradisi yang berkembang di Barito Timur, pengangkatan filosopi hitam putih ini diharapkan mampu menjadi media penyampaian pesan moral bahwa pada prinsipnya hal yang jahat pasti dapat dikalahkan oleh hal yang baik.(bo)

Penari    - AGNES ANNA MARTINA
               - ASTRI SETIA ROBETI  
Penata Tari dan Musik       : KOMANDAN(Komunitas Anak Dayak Ma’anyan)
Penata Rias dan Kostum   : KOMANDAN(Komunitas Anak Dayak Ma’anyan)
Narasumber                          : KOMANDAN(Komunitas Anak Dayak Ma’anyan )

Penampilan di PT Kaltim Pasifik Amoniak (PT.KPA)

Penampilan di PT Kaltim Pasifik Amoniak (PT KPA) 2013


Bila tahun lalu sanggar Komandan berkesempatan tampil bersama sawung mang udjo maka tahun ini Komandan kembali berkesempatan tampil di PT Kaltim Pasifik Amoniak (PT KPA). Kali ini persiapan serta konsep yang disiapkan anak-anak Komadan cukup matang mengingat tahun ini mereka sengaja tidak berpartisipasi pada Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2013.

Penampilan di PT Kaltim Pasifik Amoniak (PT KPA) 2013





Tarian ini bertemakan tentang pesan moral bahwa pada prinsipnya hal yang baik pasti dapat mengalahkan hal yang jahatdan dikemas dalam pakem gerak tradisi  adat suku dayak Ma’anyan Kabupaten Barito TimurKalimantan tengah.


Penampilan di PT Kaltim Pasifik Amoniak (PT KPA) 2013

Tarian ini bertemakan tentang pesan moral bahwa pada prinsipnya hal yang baik pasti dapat mengalahkan hal yang jahatdan dikemas dalam pakem gerak tradisi  adat suku dayak Ma’anyan Kabupaten Barito TimurKalimantan tengah.
Penampilan di PT Kaltim Pasifik Amoniak (PT KPA) 2013
Tarian ini berpijak pada pakem gerak dari tari pedalaman/tradisi suku dayak Ma’anyan di Kabupaten Barito Timur Kalimantan tengah. Tarian ini digarap dan disajikan sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah sajian tarian yang menarik dan dikemas sesuai dengan maksud dan tujuan tarian tersebut. Tarian ini menggunakan properti kain hitam dan putih  sebagai perlambangan suatu karakter sifat manusia yang baik dan jahat. Properti yang kedua yaitu Galang Gansa (Gelang Besi) dan diiringi oleh musik tradisional dengan menggunakan alat-alat musik tradisional, seperti; suling, gong, kangkanung, karempet atau gendang. Tarian ini menampilkan dua kelompok penari dengan karakter berbeda yang menggambarkan sebuah pesan sosial untuk masyarakat.  Tarian ini juga menyajikan keindahan dan teknik membunyikan gelang besi yang selaras dan serasi dengan bunyi musik pengiring tanpa meninggalkan keasliannya.(bo)



Usai Penampilan di PT.KPA Bontang 2012

..

Komunitas Anak Dayak Maanyan (KOMANDAN) jln. Nnsarunai RT.V dabung (depan RSUD Tamiang Layang), Kabupaten Barito Timur, contact personne : (ebbi)+6285249537058 PIN BB: 27011fe5 (Alfirdaus) +621351946584 e-mail komandan_maanyan@yahoo.com komandanmaanyan@gmail.com