Komunitas Anak Dayak Maanyan (KOMANDAN) jln. Nansarunai RT.V, dabung (depan RSUD Tamiang Layang), Kabupaten Barito Timur, contact personne : (ebbi)+6285249537058, PIN BB 27011fe5 (Alfirdaus) +621351946584 e-mail komandan_maanyan@yahoo.com komandanmaanyan@gmail.com
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Oktober 2015

ADARO ETHNIC FESTIVAL "FESTIVAL KEANG" 2015


Hadiri dan ramaikan Pagelaran Tari Dayak Se Kalimantan dalam acara "ADARO KEANG ETHNIC FESTIVAL" yang akan dilaksanakan pada 30-31 oktober dan 01 nopember 2015 bertempat di Lewu Hante Desa Telang Siong, Kec. Paju Epat Kabupaten Barito Timur - Kalimantan Tengah. 
Lomba2 yg kami adakan :
1. Lomba Seni Tradisional (se- Paju Epat) dan Tangan Kreatif (se-Bartim)    CP. 082255448583 -Peno Vijarawan 
2. Lomba Band Ethnic (se-Bartim)              CP. 08125198140 - Indre hendratno
3. Lomba Fashion show ethnic (se-Bartim) CP. 085245294045 - Robert alexander
4. Lomba Fotografy (dibuka utk umum)      CP. 085248457510 - Dede almustaqim
5. Pagelaran Seni Tari (se- Kalimantan)     CP. 081348749949 - Lidya Kristina.


Sponsored by: PT. Adaro Indonesia
Presented by : Sanggar KOMANDAN (Komunitas Anak Dayak Maanyan)
Supported by : APERTUR dan ADWINDO Bartim.
seluruh masyarakat Desa Siong dan Telang...
explore our magical land of nansarunai....

Jumat, 27 Maret 2015

Tabalong Ethnic Festival 2015

Penampilan Sanggar Seni dan Budaya "KOMANDAN" pada Tabalong Ethnic Festival IV
Tabalong Ethnic Festival IV merupakan festival budaya lokal Banjar dan Dayak yang diselenggarakan pada 11-14 Februari 2015 di Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan. Harmoni budaya banjar dan dayak ikut tampil dalam event yang bertema "Beauty of Tabalong" ini. Semua itu diwujudkan melalui karnaval, festival film budaya, panggung seni dan gelar budaya Dayak Deah Kampung Sepuluh.

Pada kesempatan ini, Sanggar Seni dan Budaya "KOMANDAN" (Komunitas Anak Dayak Ma'anyan) berkesempatan ikut serta meramaikan acara panggung seni. Bukan sebagai peserta, hanya menjadi salah  satu pengisi acara pada malam panggung seni.
Penampilan Sanggar Seni dan Budaya "KOMANDAN" pada Tabalong Ethnic Festival IV
Judul yang diangkat kali ini adalah "Alimu Pituah" yang artinya hmmmmmm......hmmmm.... penulis lupa hahahhahaa :p terserah ja. Penampilan berlangsung kurang lebih sepuluh menit, berbagai atraksi ditampilkan well cukup bersaing dengan atraksi menaiki batang berduri dari salah satu sanggar peserta.

 
salto dengan posisi tubuh setengah bulat let say it "half flexible somersault" terserah ku ja :p


Semoga sepanjang tahun 2015 ini masih banyak kegiatan yang dapat diikuti oleh Sanggar Seni dan Budaya KOMANDAN untuk tetap eksis melestarikan seni tari gelang bawo dan dadas. Amun Puang Takam Hie Lagi Kalau Bukan Kita Siapa Lagi. (bo)

nb.Bonus kostum Karnaval Budaya
Karya Veno Vijrawan Otodidak

Rabu, 03 Desember 2014

Renovasi Rumah Hantu KOMANDAN

Renovasi Rumah Hantu KOMANDAN.......
wadah pengorbitan Artis 3 seribu....

Pembersihan Lahan Sanggar

Pembangunan
tahap I beratap rumbia beralaskan tanah
Tahapan pertama mewujudkan mimpi Sanggar seni dan budaya KOMANDAN memiliki bangunan tempat berlatih sudah terwujud. Hal ini dapat terlaksana dengan bantuan berbagai pihak yang bersedia membantu we know who, dan bukan hanya berjanji  ehemmm... hemmmm... we know who.

Semenisasi :) renovasi I
Dindingnisasi :p renovasi I
Peningkatan kualitas bangunan juga atas sumbangsih pihak tertentu we know who juga lah, jadi para anggota sanggar tidak lagi berkutat dengan kaki2 kotor bila berlatih.

Penggantian atap Renovasi II
Renovasi II beratapkan Seng Sing Senggggg :)
Renovasi tahap kedua juga masih hasil sumbangsih pihak ketiga we know who and why, penggantian atap ini sangat tepat mengingat cuaca yang mulai masuk musim penghujan. Seluruh anggota dan pengurus sanggar seni dan budaya KOMANDAN sangat mensyukuri peningkatan dan perbaikan ini. Tidak lupa pula mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang membantu kemajuan sanggar KOMANDAN. 

Semoga kedepannya semakin banyak pihak yang bergabung untuk mendukung kemajuan sanggar KOMANDAN serta turut berperan serta menjaga dan melestarikan budaya dayak Maanyan.  
Amun Puang Takam Hie Lagi/ Kalau bukan Kita Siapa Lagi. Salam Budaya. (bo)

note : Untuk peningkatan fasilitas fisik selanjutnya mungkin lebih fokus kepada pemasangan aliran listrik, sebab tanpa penerangan seluruh aktifitas di sanggar ini terbatas hanya hingga matahari terbenam saja. Adapun mimpi yang lebih jauh memiliki lahan sendiri.

Rabu, 26 November 2014

BERBAGI

Berbagi, kalimat sederhana namun tidak semua orang mampu melakukannya dengan berbagai macam alasan. Malu mungkin atau merasa tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk dibagi namun sesungguhnya sekecil apapun hal yang kita bagi akan memiliki manfaat bagi orang yang menerimanya.
Penari Wadian Bawo Sanggar KOMANDAN dan Sanggar GARANTUNG menari bersama mahasiswa prodi seni tari di Pendopo Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta
Kesempatan yang diberikan salah satu Dekan di ISI dimanfaatkan dengan baik oleh Sanggar KOMANDAN dan GARANTUNG untuk berbagi dengan para akademisi di kampus ini. Dari mahasiswa hingga dosen turut serta dalam kegiatan mengenalkan seni dan budaya Dayak Ma'anyan khususnya seni tari dan musik. 

Penampilan
Rangkaian kegiatan ini dibuka dengan nanrik nampak atau lebih populer dengan nama tari giring-giring, beberapa mahasiswa turut terlibat menari dengan ganggereng dan gantar ditangan mereka. Beberapa terlihat sungkan namun ada pula yang antusias mengikuti gerak penari sanggar KOMANDAN, kurang lebih hampir 30 menit mereka menari bersama.
Mahasiswa/i prodi tari ISI bersama Penari sanggar KOMANDAN nanrik nampak

Kegiatan dilanjutkan dengan penampilan tari dengan judul "Nyampan Banawa" yang sebelumnya dipertunjukan pada malam pembukaan Pekan Seni dan Budaya Dayak Kalimantan (PSBDK) ke XII beberapa hari sebelumnya. Namun dilakukan sedikit perubahan dengan memasukan tari Dadas kedalam penampilan kali ini.
Penampilan "Nyampan Banawa"
Diskusi
Usai penampilan dilakukan pula diskusi singkat dengan para akademisi di pendopo ini dengan fasilitator Himpunan Mahasiswa Jurusan Tari (HMJT). Beberapa pertanyaan dilontarkan mahasiswa yang hadir seputar penampilan baik dari segi kostum, musik, hingga gerak tari yang ditampilkan. Pertanyaan seperti apakah gelang wadian bisa digunakan sebagai aksesoris sehari-hari, hingga pertanyaan apakah gerak wadian bulat adalah gerak pakem tradisi. 

Diskusi dan tanya jawab berlangsung kurang lebih setengah jam, bergantian ketua dan sekertaris sanggar KOMANDAN menjawab pertanyaan para mahasiswa dari prodi tari dan etnomusikologi yang hadir. penjelasan mengenai gerak pakem hingga jenis dan nama papaluan dipaparkan dengan singkat dan jelas. Beberapa kali pula musik dibunyikan sesuai dengan namanya, namun karena singkatnya waktu tidak semua dapat dijelaskan dengan terperinci hanya garis besar saja. Namun d hal ini akan memancing rasa penasaran para akademisi untuk turun langsung kedaerah asal musik dan tari ini untuk mengkajinya.
diskusi
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto foto foto fotooooo.... seperti biasa :)
Bersama Dekan

Bersama Dosen

Bersama Plang ISI
Bonus bersama bintang hehehehheee
Tiada panggung megah, gemerlap sorot lampu, kursi penonton yang sesak, tanpa aturan baku, dan deretan tamu kehormatan, hanya sekumpulan orang duduk lesehan dibawah naungan pendopo sederhana jauh dari hiruk pikuk kota yogyakarta. Berbagi bersama menikmati seni dan budaya, inilah kami yang sedang berbagi kalau bukan kita siapa lagi, amung puang takam hie lagi. Salam budaya (Bo)

Selasa, 25 November 2014

mengukir langkah di kota jogja





Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu, Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja

Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu


Demikianlah penggalan lagu Yogyakarta yang dinyanyikan oleh Katon Bagaskara membuat hangatnya ingatan akan suatu catatan kenangan yang baru-baru saja dirasakan oleh Sanggar KOMANDAN di Kota Gudeg tersebut.

Kehadiran KOMANDAN di Yogyakarta ini atas ajakan kerjasama dari sanggar di Palangka Raya yaitu BATARING ART dan Sanggar GARANTUNG, dalam hal ini sebagai utusan Dewan Adat Dayak Kalimantan Tengah.
Kolaborasi 3(tiga) sanggar ini dalam rangka mengisi acara Pembukaan dan Penutupan Pesta Seni Budaya Dayak Kalimantan ( PSBDK ) ke XII di Yogyakarta yang dilaksanakan pada tanggal 6-8 Nopember 2014. Terkhusus untuk penampilan Sanggar KOMANDAN sendiri didaulat pada malam seni pertama dengan membawa judul tarian NYAMPAN BANAWA. 
Gedung Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardja Soemantri (Purna Budaya) UGM niscaya menggema dengan gelegar tetabuhan dan gemerincing bunyi gelang dipadu dengan suara Wadian yang menusuk ke dalam jiwa dan sanubari seiring sorak sorai riuhnya penonton sebagai tanda dimulainya rentetan acara PSDBK tersebut ....... hahahahahaha...... edisi lebay.......  BAAAAIIIIKKKK.....
Dibalik semua ke-lebay-an tadi,hehe, selama perjalanan ada beberapa point yang dapat dipetik dan bahan renungan bagi kita semua, bahwa sebuah ketulusan jiwa membentuk karya cipta rasa tanpa kenal lelah dengan kondisi apapun akan membuahkan ikatan emosi yang kuat, sebagai pondasi kebersamaan menuju gunung cita-cita. Keterbatasan bukan halangan, tuntutan profesionalitas jadi acuan perkembangan diri, serta rendah diri dan terbuka dalam kesederhanaan... Tatap dan genggamlah dunia dengan talenta mu KOMANDAN.... 

Baydewey.......... Thanks to.. BATARING ART, pimpinan dari Donny dan Reny PAUL yang memberikan kepercayaan kepada Sanggar KOMANDAN untuk bergabung dalam tim DAD Kalteng guna mendukung acara PSDBK di Yogyakarta. Tidak lupa buat Sanggar GARANTUNG yang juga bersama-sama terlibat, bukanlah akhir dari segalanya karena ini adalah awal langkah kebersamaan yang manis dalam menuju satu tujuan yang sama.. Amun dia itah eweh hinday.....
Tengkyu poolllllll........
Terkhusus buat Mahasiswa Kalteng di Yogyakarta yang tinggal di Asrama Kalteng Pakuningratan yang telah menyediakan tempat berteduh, Mahasiswa/i asal Bartim yang turut mendukung dan membantu, Ketua asrama yang merangkap tukang service kompor gas kita...hehe.. special thanks to ayink, atas kamar dan fasilitasnya yang pooooolllllll... Ela jera kas lah....hehe..( eB )


Kamis, 04 September 2014

HUT ke 5 Sanggar Seni dan Budaya "KOMANDAN" Komunitas Anak Dayak Ma'anyan


Happy Birthday KOMANDAN
28 Agustus 2014 genap 5 tahun sudah usia Sanggar Seni dan Budaya "KOMANDAN" bila dianalogikan seorang anak kecil yang sudah bisa berjalan bahkan berlari. Bila dihitung maka paling tidak sudah ada lima angkatan anggota sanggar ini. Beberapa generasi anggota KOMANDAN hanya bisa berdoa dari tempat-tempat yang berbeda dan jauh dari Barito Timur, agar KOMANDAN tetap jaya selalu. Kegembiraan dan euforia menyelimuti generasi-generasi baru, namun mereka juga memikul nama besar Sanggar ini. Well katanya sih mempertahankan selalu lebih berat dari pada membangun, but mari kita katakan memajukan bukan mempertahankan.

"Kebersamaan"
Penekanan makna kebersamaan agar rasa persaudaraan seluruh anggota komandan semakin erat selalu didengungkan pada setiap kegiatannya. Mendidik serta membentuk karakter para komandan-komandan kecil untuk mencintai seni dan budaya Maanyan secak dini menjadi tugas mulia dari sanggar ini. Lima tahun lamanya sudah Sanggar Komandan menempa anak-anak anggotanya, banyak yang bertahan namun banyak pula yang tidak sanggup mengikuti ritme dan keluar. Saat ini sanggar Komandan akan menjalani tahun ke 6 nya, serta memiliki banyak anggota baik baru, lama, aktif dan tidak. Semakin banyak anggota semakin berat tantangan bagi pengurus untuk mengkoordinir setiap anggotanya, disinilah peran setiap anggota sanggar untuk saling mengingatkan, memperhatikan, serta menjaga akar soliditas dan kebersamaan tetap terjaga. Peselisihan, pertengkaran dan perbedaan pendapat pasti akan terjadi namun hendaknya hal itu tidak mengikis rasa persaudaraan "KOMANDAN"


Penulis sebagai salah satu pengurus Sanggar Seni dan Budaya "KOMANDAN" hanya bisa melihat dari jauh dan tetap berharap yang terbaik untuk kemajuan Sanggar, anggota, pengurus serta kegiatan sanggar kedepan.(bo)
Spesial foto, yang duduk di motor itu Ketuanya :p



 

Selasa, 19 Agustus 2014

Hanai KOMANDAN

Sanggar Seni dan Budaya KOMANDAN (Komunitas Anak Dayak Ma'anyan) 
an recognition for Sanggar "KOMANDAN" from Noble Fondation


"Stand Pameran" 
Pengertian pameran adalah suatu kegiatan penyajian karya seni rupa untuk dikomunikasikan sehingga
dapat diapresiasi oleh masyarakat luas. 

Pameran merupakan suatu bentuk dalam usaha jasa pertemuan. Yang mempertemukan antara produsen dan pembeli namun pengertian pameran lebih jauh adalah suatu kegiatan promosi yang dilakukan oleh suatu produsen, kelompok, organisasi, perkumpulan tertentu dalam bentuk menampilkan display produk kepada calon relasi atau pembeli. Merunut dari pengertian ini maka Sanggar Seni dan Budaya "KOMANDAN" adalah kelompok/organisasi/perkumpulan yang menampilkan produk berupa jasa kepada masyarakat selaku pengguna jasa.
Melalui keikutsertaan KOMANDAN pada pameran HUT kabupaten Barito Timur diharapkan Sanggar ini mampu menunjukan eksistensi serta kepeduliannya terhadap kelestarian seni dan budaya Maanyan di Barito Timur.
Untuk pameran yang mereka ikuti kali kedua ini, KOMANDAN membangun "Hanai Komandan" yang berarti sangkar/kandang komandan. Maksudnya bukanlah sangkar atau kandang yang mengekang melainkan tempat untuk seluruh anggota KOMANDAN berkumpul.

Work hard
Selama dua hari beberapa anggota KOMANDAN berkerjasama untuk membangun stand pameran ini, kemudian dilanjutkan dengan menjaga stand ini selama 1 minggu. Dari pagi kembali ke pagi mereka bergantian menjaga serta melayani pengunjung yang datang, kegiatan tidaklah terlalu ramai dari pagi hingga sore, namun saat malam menjelang suasana menjadi berbeda.

 
Kegiatan menari Nanrik Nampak atau yang lebih dikenal dengan tari giring-giring setiap malam digelar di halaman Stand KOMANDAN, selain anggota sanggar, para pengunjung juga turut serta irarami atau bersenang-senang/bersuka ria menari disini.

Pada malam penutupan pameran, Sanggar Seni dan Budaya KOMANDAN juga membagikan doorprice bagi pengunjung yang menari di sini. Bentuk doorprice yang mereka berikan tidaklah mewah seperti mobil, motor, kulkas atau sepeda seperti stand lainnya namun yang utama Stand Komandan menyuguhkan hal berbeda. Selain mengajak pengunjung bersuka ria, diharapkan kegiatan mereka ini dapat merangsang setiap pengunjung untuk menyukai seni dan budaya Maanyan di Barito Timur.




Appreciation 
Dua lembar kain putih penuh tanda tangan dari pengunjung menunjukan besarnya antusiasme pengunjung datang ke stand KOMANDAN, dari anak-anak hingga orang tua.
Namun masih seperti tahun kemarin, KOMANDAN menjadi satu satunya Sanggar tari yang turut serta dalam pameran, ternyata hal yang mereka lakukan belum mampu menarik sanggar--sanggar lain di Barito Timur untuk turut memeriahkan kegiatan HUT Barito Timur. Ada sebersit harapan agar lebih banyak sanggar yang mau turut memeriahkan HUT bartim dengan mengikuti kegiatan pameran.(bo)

"AMUN PUANG TAKAM HIE LAGI" kalau bukan kita siapa lagi

Kamis, 20 Februari 2014

Bangunan Sangar KOMANDAN


          Beratapkan rumbia, tanpa dinding walau sederhana semangat  anak-anak Komandan tetap berlatih di sanggar tari Komandan. Semangat terpancar dari anggota senior Komandan saat mengajarkan tarian kepada bocah-bocah kecil yang tergabung dalam sanggar Tari Komandan. Mengajar tanpa  dibayar dengan satu tujuan mempertahankan tradisi melalui seni tari. Seyogyanya anggota komandan bersifat terbuka, saat ini anggota sanggar semakin banyak. Bahkan bangunan sederhana yang baru selesai dibangun hampir tidak cukup menamppung seluruh anggota untuk berlatih.

          Rasa lelah mengajar tari sedikit terbayar saat melihat antusiasme anak-anak kecil berlatih menari mengikuti para pelatihnya. Terkadang masih ada anak yang salah melakukan gerakan namun hal itulah yang menjadi hiburan dan kelucuan saat melatih mereka. Bila seorang anak dirasa telah menguasai gerakan dan mampu menari dengan baik maka mereka akan diajak untuk mengikuti kegiatan Komandan menari diacara-acara pernikahan.

      Selain mengisi acara pernikahan, anggota Komandan juga cukup sering tampil diacara-acara penyambutan tamu, peresmian hingga lomba tari. Biasanya setiap tahun sanggar tari Komandan akan berpartisipasi pada festival Pasar Panas, untuk lomba tari tingkat anak-anak, anggota Komandan cukup sering menjadi juara. Pada ajang seperti inilah para anggota cilik Komandan dapat menampilkan ketrampilan mereka yang tidak mereka peroleh di bangku sekolah.

          Semoga upaya anggota sanggar seni Komandan dalam melestarikan kesenian daerah dapat berkelanjutan dengan regenerasi seperti ini. Masih diperlukan peran serta semua pihak untuk mendukung kegiatan generasi muda yang berjuang menjaga budayanya sendiri. (ino)

Berlatih di Sanggar KOMANDAN



http://www.facebook.com/#!/groups/166974846672248/ komandan_maanyan@yahoo.com



Setelah sekian tahun berlalu, akhirnya Komunitas Anak Dayak Maanyan (KOMANDAN) bisa merehab bangunan sanggar. Lantai mulai disemen serta memasang  dinding dari papan walau hanya setengahnya saja. Setidaknya ada peningkatan pada bangunan sanggar, kaki-kaki para penari tidak lagi terlalu kotor saat berlatih di sanggar ini.

Gotong-royong merehab sanggar
Pengurus, pemusik merangkap tukang :p


Kamis, 30 Januari 2014

"punuk pisanturuyan" kesederhanaan yang mahal



Kegiatan Pameran Pemerintah Kab. Bartim dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Barito Timur yang ke-11 dilaksanakan tanggal 26-29 Agustus 2013 membawa suatu kenangan indah untuk Sanggar KOMANDAN yang mana bertepatan pada tanggal 28 agustus tersebut merayakan Ulang Tahunnya yang ke 4. Pameran ini diikuti seluruh SKPD yang ada di Pemerintahan Kab. Bartim serta pihak-pihak swasta dan organisasi-organisasi yang juga ikut ambil bagian dalam kegiatan tahunan ini.
Sanggar KOMANDAN yang untuk pertama kalinya ikut ambil bagian, membangun sebuah stand pameran dengan tema "punuk pisanturuyan" dengan menyajikan kerajinan tangan anggota sanggar, foto-foto kegiatan, piala-piala, rekaman-rekaman video ritual adat hasil dokumentasi sanggar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan Sanggar KOMANDAN. Setiap malam musik tradisional dimainkan seraya menampilkan tari-tarian, tandrik tampak sebagai hiburan dengan melibatkan pengunjung stand KOMANDAN. Alhasil hampir setiap malam mendapat apresiasi dari pengunjung, bahkan Bapak Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas pada saat pembukaan bersedia meninjau stand dengan menaiki tangga dari kayu bulat (tukat tungkilan) untuk masuk ke dalam Stand KOMANDAN yang sederhana.

Hal yang menggembirakan adalah Stand KOMANDAN yang sederhana tersebut malah mendapat penghargaan sebagai Juara Favorite Stand Pameran, maka semakin lengkaplah perayaan HUT KOMANDAN pada tahun lalu. Sekarang di Tahun yang baru ini merupakan tahun yang penuh tantangan, semoga semangat api kreatifitas dan air kebersamaan masih tetap menyala dan mengalir di jiwa anggota sanggar KOMANDAN dimanapun berada. 
Semakin tinggi pohon, semakin kencang pula angin yang menerpa sehingga diperlukan akar yang kokoh agar pohon tersebut tidak tumbang dan bagaikan padi semakin berisi semakin merunduk. Beberapa kalimat tersebut merupakan suatu bahan untuk selalu mawas diri bagi Sanggar KOMANDAN dimasa yang akan datang.
 "Hungei takuam hang tumpuk Puri, amun puang takam hie lagi". eehhmm..hehehe(eB)

Minggu, 19 Januari 2014

Wayiiiiii....go..go..go...

Paku, 14 Januari 2014
"Selamat Menempuh Hidup Baru" wayiiiiiii salah satu personil Sanggar Seni dan Budaya KOMANDAN mengakhiri masa lajangnya di awal tahun 2014 ini. Petualangan mencari cintanya berakhir, petualangan baru mangayuh biduk rumah tangga pun dimulai. Satu persatu anggota Sanggar KOMANDAN memulai langkah baru, mulai dari menikah, kuliah hingga pindah domisili. Semoga setelah menikah Wayi tetap eksis mengharumkan nama Sanggar KOMANDAN serta tetap aktif dalam setiap kegiatannya.

Di masa mendatang hal ini memang tidak dapat dihindari, ada yang menikah kemudian vakum di kegiatan sanggar, namun ada pula yang masih aktif walau tidak seperti saat masih lajang. Namun generasi baru selalu ada untuk memberi warna di sanggar KOMANDAN, mulai dari anak-anak yang dididik disanggar KOMANDAN dan cabangnya hingga anggota baru yang masuk dari berbagai daerah.
Latihan di Pasar Panas, cabang KOMANDAN
Jadiiii..... KOMANDAN still kicking in selalu berkreasi dengan berbagai cara baik secara utuh sebagai sebuah Sanggar ataupun perorangan sebagai individu. Menyongsong banyaknya agenda di 2014 ini Komandan telah memiliki generasi penerus untuk tetap eksis dalam dunia seni tari khususnya di Barito Timur. (bo)

..

Komunitas Anak Dayak Maanyan (KOMANDAN) jln. Nnsarunai RT.V dabung (depan RSUD Tamiang Layang), Kabupaten Barito Timur, contact personne : (ebbi)+6285249537058 PIN BB: 27011fe5 (Alfirdaus) +621351946584 e-mail komandan_maanyan@yahoo.com komandanmaanyan@gmail.com