Komunitas Anak Dayak Maanyan (KOMANDAN) jln. Nansarunai RT.V, dabung (depan RSUD Tamiang Layang), Kabupaten Barito Timur, contact personne : (ebbi)+6285249537058, PIN BB 27011fe5 (Alfirdaus) +621351946584 e-mail komandan_maanyan@yahoo.com komandanmaanyan@gmail.com

Rabu, 18 September 2013

HUT ke 4 KOMANDAN





Empat tahun sudah Komunitas Anak Dayak Maanyan (KOMANDAN) berdiri, bila diibaratkan bagai anak kecil yang sedang belajar berdiri dan berlari. Tentunya tantangan dimasa depan juga akan semakin besar, mulai dari regenerasi personil dan pengurus hingga pengelolaan komunitas yang harus semakin baik. Mulanya komunitas yang empat tahun lalu ini hanya terfokus pada seni pertunjukan wadian sanggar saja, namun saat ini mulai memiliki berbagai fokus utama. Beberapa diantaranya adalah pendokumentasian budaya dayak maanyan baik melalui media visual dan tulisan. Mengarahkan anggota komunitas untuk lebih memahami budaya maanyan, selain itu mereka juga mengajarkan berbagai ketrampilan dan kerajinan tangan khas Barito Timur.

Membangun stand KOMANDAN pada HUT Bartim 2013
Peringatan HUT KOMANDAN kali ini bertepatan dengan penyelenggaraan HUT kabupaten Barito Timur, komunitas ini pun berkesempatan berpartisipasi pada acara ini. Untuk kali pertama KOMANDAN memiliki stand sendiri, hasilnya stand KOMANDAN meraih juara sebagai stand favorite pada acara pameran tersebut. Komunitas  ini selangkah lebih maju dari sanggar lainnya, dengan merubah bentuk menjadi Sanggar Seni dan Budaya KOMANDAN. Hal ini mereka lakukan agar segala kegiatan komunitas ini lebih tertata rapi, selain itu memiliki organisasi yang legitimated memudahkan mereka melakukan kegiatan yang bersifat formal. Mungkin sanggar ini satu-satunya di Barito Timur yang telah memiliki akta pembentukan dari notaris serta memiliki nomor pokok wajib pajak. Semoga kedepannya eksistensi sanggar ini dapat menjadi tolak ukur perkembangan sanggar-sanggar lain di Barito Timur ataupun di Kalimantan Tengah.(bo)


Anggota Sanggar Seni dan Budaya KOMANDAN
Stand Pameran Sanggar Seni dan Budaya KOMANDAN

Selasa, 11 Juni 2013

FLS2N provinsi Kalteng 2013


RUEH SISI
Pada dasarnya seluruh alam semesta beserta isinya mempunyai 2 unsur sifat bagaikan mata uang logam yang berbeda sisi satu dengan lainnya. Gelap dan terang, tinggi dan rendah, cepat dan lambat, panas dan dan dingin merupakan dua sisi bertentangan tapi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Sama halnya dengan 2 sisi sifat manusia yang melekat pada kepribadian masing-masing individu yaitu sisi baik dan sisi jahat merupakan 2 sifat yang bertolak belakang.Hanya saja memerlukan suatu pergumulan hebat dalam diri untuk sifat yang baik mengendalikan atau mengalahkan sifat buruk yang jahat.

Tarian yang berjudul “Rueh Sisi” ini mengangkat tema tentang pertentangan antara kedua sisi sifat manusia yang bertolak belakang tersebut. Pengambilan simbol hitam dan putih mempertegas diri apa yang digambarkan dari kedua sisi tersebut.

Dengan tetap berpijak pada pakem gerak tradisi yang berkembang di Barito Timur, pengangkatan filosopi hitam putih ini diharapkan mampu menjadi media penyampaian pesan moral bahwa pada prinsipnya hal yang jahat pasti dapat dikalahkan oleh hal yang baik.(bo)

Penari    - AGNES ANNA MARTINA
               - ASTRI SETIA ROBETI  
Penata Tari dan Musik       : KOMANDAN(Komunitas Anak Dayak Ma’anyan)
Penata Rias dan Kostum   : KOMANDAN(Komunitas Anak Dayak Ma’anyan)
Narasumber                          : KOMANDAN(Komunitas Anak Dayak Ma’anyan )

Penampilan di PT Kaltim Pasifik Amoniak (PT.KPA)

Penampilan di PT Kaltim Pasifik Amoniak (PT KPA) 2013


Bila tahun lalu sanggar Komandan berkesempatan tampil bersama sawung mang udjo maka tahun ini Komandan kembali berkesempatan tampil di PT Kaltim Pasifik Amoniak (PT KPA). Kali ini persiapan serta konsep yang disiapkan anak-anak Komadan cukup matang mengingat tahun ini mereka sengaja tidak berpartisipasi pada Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2013.

Penampilan di PT Kaltim Pasifik Amoniak (PT KPA) 2013





Tarian ini bertemakan tentang pesan moral bahwa pada prinsipnya hal yang baik pasti dapat mengalahkan hal yang jahatdan dikemas dalam pakem gerak tradisi  adat suku dayak Ma’anyan Kabupaten Barito TimurKalimantan tengah.


Penampilan di PT Kaltim Pasifik Amoniak (PT KPA) 2013

Tarian ini bertemakan tentang pesan moral bahwa pada prinsipnya hal yang baik pasti dapat mengalahkan hal yang jahatdan dikemas dalam pakem gerak tradisi  adat suku dayak Ma’anyan Kabupaten Barito TimurKalimantan tengah.
Penampilan di PT Kaltim Pasifik Amoniak (PT KPA) 2013
Tarian ini berpijak pada pakem gerak dari tari pedalaman/tradisi suku dayak Ma’anyan di Kabupaten Barito Timur Kalimantan tengah. Tarian ini digarap dan disajikan sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah sajian tarian yang menarik dan dikemas sesuai dengan maksud dan tujuan tarian tersebut. Tarian ini menggunakan properti kain hitam dan putih  sebagai perlambangan suatu karakter sifat manusia yang baik dan jahat. Properti yang kedua yaitu Galang Gansa (Gelang Besi) dan diiringi oleh musik tradisional dengan menggunakan alat-alat musik tradisional, seperti; suling, gong, kangkanung, karempet atau gendang. Tarian ini menampilkan dua kelompok penari dengan karakter berbeda yang menggambarkan sebuah pesan sosial untuk masyarakat.  Tarian ini juga menyajikan keindahan dan teknik membunyikan gelang besi yang selaras dan serasi dengan bunyi musik pengiring tanpa meninggalkan keasliannya.(bo)



Usai Penampilan di PT.KPA Bontang 2012

Kamis, 21 Maret 2013

Ini Kami, Mana Kalian????

"Curiosity" mungkin kata yang penulis pilih untuk menggambarkan foto diatas, rasa ingin tahu/penasaran mengenai tarian yang ditampilkan oleh putra putri Maanyan. Bagaimana membunyikan gelang seirama dengan musik dari alat-alat tradisional belum lagi ragam gerak yang juga harus sesuai agar menjadi satu kesatuan yang indah dipertunjukan. Seni tari wadian bawo dan dadas yang merupakan manifestasi dari upacara/ritual adat suku dayak Maanyan sejak zaman dulu memang memiliki keunikan tersendiri.


Tidak hanya gerakan tarian dan bunyi khas dari gelang saja yang dapat menarik minat orang-orang dari lain benua ini, musik dari alat-alat tradisional pun menarik mereka untuk tahu lebih banyak. Dengan senang hati anak-anak Komandan membagi pengetahuan, ketrampilan dan berbagi "passion" mengenai seni pertunjukan berbasis adat istiadat.
Sangat menarik saat melihat bila orang lain menghargai seni budaya yang kita miliki khususnya Dayak Maanyan. Meningkatkan pengetahuan semisal bahasa asing sehingga tidak terjadi "incorrect information" saat menjelaskan mengenai budaya adat istiadat kepada orang dari negara lain. Mungkin sebagian orang beranggapan sedikit kesalahan tidak akan berdampak buruk namun siapa yang tahu efek dari kesalahan informasi ini di kemudian hari.

Berkaca dari besarnya rasa penasaran orang-orang dari benua lain ini mengajarkan serta menunjukan bahwa seni tari dan musik Wadian memiliki daya tarik besar. Ditambah lagi rasa mau berbagi keahlian yang dimiliki anak-anak Komandan menunjukan bahwa Dayak Maanyan sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin mengenal seni budaya dan adat istiadat Maanyan.
Kembalikan citra bangsa Indonesia yang ramah dari langkah kecil kalian dengan berbagi terbuka serta rendah hati kepada siapa saja, maju terus Komandan, Amun Puang Takam Hie Lagi (If  Not Us, Who Else).(bo)


Jumat, 15 Februari 2013

Kemenangan bukan segalanya


Didukung penari dan pemusik yang cukup sering berperan menjuarai beberapa festival baik tingkat lokal, regional hingga nasional tidak serta merta membuat tim Temos (Temu OSIS) Smansayang  SMA 1 Tamiang Layang menang pada kegiatan di Barsel beberapa waktu lalu. Namun hal ini mengajarkan anak-anak Komandan untuk  terus belajar dan belajar lagi, menggali seni dan budaya serta mempresentasikannya ke dalam bentuk tarian. Tanpa perlu memberikan alasan apapun untuk men"justify" kekalahan tersebut yang menunjukan kematangan para personil Komandan.

Tempaan dengan mengikuti berbagai kompetisi seperti inilah akan membuat mereka bisa mengintropeksi diri, menyadari kekurangan sehingga menjadi lebih baik lagi dimasa mendatang. Selain itu mereka juga memiliki pengalaman yang dapat mereka bagi bagi anggota-anggota junior Komandan

Mengingat sebagian anggota senior Komandan memiliki jam terbang tinggi serta telah menjadi assisten pelatih di beberapa cabang sanggar maka  diperlukan kedewasaan mereka untuk membimbing juniornya. "Satu kekalahan bukanlah satu kegagalan namun keberhasilan menemukan satu cara untuk kalah wkwkwkwwkkkk peace Komandan just Kiding :p(bo)

Amun Puang Takam Hie Lagi

Kamis, 31 Januari 2013

Latihan Bersama


Ketua Sanggar Komandan Alfirdauzzzzzzz :)
Lebih dari 100 anggota Sanggar Komandan dari 3 cabang dan 1 pusat hadir dalam latihan bersama kamis (31/1) 2013 di Betang/Lewu Hante Taniran, hal ini membuat tempat latihan Komandan cabang Pasar Panas penuh sesak. Sebagian anggota masih didampingi oleh orang tuanya, namun banyak pula yang datang bersama teman-temannya. Hadir pula Robert dan Tulus yang merupakan pelatih dari Sanggar di Paju Epat serta Krianus A.K.A Panganen pelatih dari Sanggar di Matarah. Sedangkan Ketua Sanggar Komandan Alfirdauz turun langsung untuk sharing kepada semua yang hadir tentang bagaimana berkesenian.

Sharing pengalaman

Diharapkan pertemuan serta latihan bersama seperti ini dapat memotivasi anggota Komandan di setiap cabang untuk lebih giat berkesenian. Selain itu dapat menambah ilmu dan pengalaman khususnya seni tari gelang tradisional bawo dan dadas.

Latihan bersama

Usai berdiskusi dan sharing dilanjutkan dengan latihan bersama agar setiap anggota dapat menunjukan kemampuan masing-masing. Namun yang utama adalah agar terjalin kebersamaan dan rasa persaudaraan antar anggota Komandan melalui kesenian.(bo)
Sharing lagiiiiiiiiii...... yo yang ditunjuk majuuuuu jawab pertanyan hehehe

Latihan bareng lagi sambil dironton orang tua masing-masing


Selasa, 29 Januari 2013

KOMANDAN cabang


Sudah lebih dari 5 tahun Sanggar Komandan (Komunitas Anak Dayak Maanyan) berdiri, berbagai generasi baik penari dan pemusik anggota sanggar ini telah berganti. Memang sebagian besar anggota Komandan adalah anak-anak sekolah, dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMA) yang ada di Barito Timur. Setiap tahun ajaran baru selalu saja ada anggota yang meninggalkan Komandan demi melanjutkan pendidikannya baik di ibu kota provinsi Palangkaraya hingga jauh ke pulau seberang.
Namun hal ini tidak menghambat perkembangan Sanggar Komandan, hingga saat ini Komandan telah membuka cabang di beberapa sudut Barito Timur. Cabang pertama ada di Matarah kemudian di Pasar Panas dan di Paju Epat, anggota yang masuk Komandan pun bertambah banyak. Para penari dan pemusik senior dari Sanggar Komandan pusat di Tamiang Layang diplot untuk melatih para anggota baru yang kebanyakan masih anak-anak hingga remaja.
Latihan membulat di Sanggar Komandan Pasar Panas
Banyak anak-anak yang ingin menjadi bagian keluarga di Komandan terkadang membuat para pengurus, pelatih serta para pemusik cukup kewalahan untuk membagi waktu antara latihan dan penampilan. Terkadang pengurus juga melakukan latihan gabungan bagi semua anggota Komandan dari seluruh cabang yang ada., hal ini bertujuan untuk saling mengakrabkan anggota Komandan. Biasanya latihan dilakukan di Betang/Lewu Hante di Taniran.
Latihan di Betang/Lewu Hante Taniran

Saat ini setiap anggota Komandan dari semua cabang tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti festival tari tahunan. Setiap tahun diadakan festival untuk memilih wakil Barito Timur mengikuti Festival Isen Mulang. Mengikuti festival dan menjadi juaraadalah hal yang membanggakan baik bagi setiap individu maupun sanggar namun hal yang ingin ditanamkan Sanggar Komandan bukanlah hal tersebut. Memperkenalkan serta melestarikan budaya dan adat istiadat kepada seluruh anggota Komandan melalui jalur kesenian adalah hal yang sangat penting. Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi (Amun Puang Takam Hie Lagi) moto yang ditanamkan kepada anggota Komandan. Ya kalau bukan kita siapa lagi yang mau mengenal dan melestarikan kebudayaan leluhur, "untuk menjadi orang Indonesia sejati kenali dulu budaya dari mana kamu dilahirkan" (kutipan dari seorang penyair ternama Indonesia).(bo)


PAKET Penjaga Desa/Kampung



"Paket"

Mendengar kata "Paket", mungkin yang pertama terlintas dipikiran adalah bungkusan kotak berisi barang yang dikirim. Namun bagi masyarakat suku Dayak Maanyan yang masih mengenal budaya leluhurnya,"Paket" dapat berarti "Penjaga Kampung/desa". Hingga saat ini keberadaan "Paket" masih eksis di pedesaan di Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah.Tidak hanya di pedesaan, Tamiang Layang yang merupakan ibu kota kabupaten Barito Timur juga memiliki Paket. Biasanya Paket terletak disalah satu ujung kampung, namun pesatnya perkembangan sebuah desa maka beberapa paket seperti berada di tengah desa. Saat ini cukup banyak masyarakat Maanyan telah memeluk agama selain Kaharingan, namun banyak pula yang masih memelihara budaya memberi makan "Penjaga Desa/Tuga". Hanya orang-orang tertentu saja yang boleh dan mampu melaksanakan ritual "memberi makan penjaga desa". Wadian Putut Kayu/wadian paket yang bisa melakukan upacara "Ipaket" tersebut, pada kegiatan ipaket biasanya dilakukan pula ritual memberi makan besi seperti parang, pisau dan berbagai macam benda yang terbuat dari besi. Dahulu kala usai "ipaket" selama tiga hari tiga malam dipantangkan orang masuk ke desa tersebut untuk melakukan kegiatan usaha serta penduduk desa dipantangkan melakukan acara. "Ancak" atau tempat meletakan sesajian dan "hampatung" perlambangan roh penjaga adalah benda yang terdapat di dalam "paket". Biasanya segala macam kemampuan, sahabat gaib, ilmu serta berbagai roh gaib diletakan sebagai penghuni paket. Dahulu kala setiap orang yang datang kesebuah kampung harus berhenti di Paket, memetik daun/ranting tanaman disekitar Paket meludahi daun tersebut, meletakannya pada "ancak" serta menyampaikan maksud dan tujuan datang ke desa tersebut. Namun saat ini, kebiasaan ini sudah jarang dilakukan mengingat tingginya  mobilitas masyarakat di Barito Timur, membunyikan klakson saat melewati paket biasanya dilakukan dengan alasan lebih mudah.

Penyelenggaraan "Ipaket" hanya dilakukan pada  bulan juni dan juli saja, sesaji sendiri diharamkan menggunakan daging babi. Hal ini sesuai dengan (tanuhui)dongeng tentang mengapa Paket harus ada disetiap kampung. "Nalau" adalah nama karakter utama dalam dongeng (tanuhui) alasan disetiap desa didirikan Paket. Pada zaman dahulu hingga masa penjajahan "penjaga kampung/tuga" akan memberikan peringatan kepada penduduk desa bila ada bahaya yang akan datang. Selain ancaman serangan secara fisik, paket juga berfungsi untuk menolak mara bahaya seperti wabah penyakit. Biasanya beberapa hari sebelum marabahaya menimpa sebuah desa maka penjaga desa telah menampakan diri kepada penduduk. Saat ini ada beberapa desa yang tidak memiliki Paket lagi seperti desa Mangkarap. 

Sumber: Bapak Debuk, Sekretaris Damang Kampung Sapuluh.

Paket di Desa Dorong




..

Komunitas Anak Dayak Maanyan (KOMANDAN) jln. Nnsarunai RT.V dabung (depan RSUD Tamiang Layang), Kabupaten Barito Timur, contact personne : (ebbi)+6285249537058 PIN BB: 27011fe5 (Alfirdaus) +621351946584 e-mail komandan_maanyan@yahoo.com komandanmaanyan@gmail.com